Selamat Datang di Website IAI-DIY

Semiloka : "Mewujudkan Tata Ruang Kota dan Wilayah Jogja Istimewa

rina | 24 Februari 2016 | dibaca: 1993 pembaca

Tema:


 



LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA
KONSTRUKSI



DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA



bekerja
sama dengan:

















IKATAN ARSITEK INDONESIA



DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA




 








FAKULTAS ARSITEKTUR &
DESAIN



UNIVERSITAS KRISTEN DUTA
WACANA






 




 



Seminar dan Lokakarya



 



MEWUJUDKAN TATA RUANG KOTA DAN
WILAYAH



JOGJA ISTIMEWA



 

 



LATAR BELAKANG



Perkembangan kota dan
wilayah di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta khususnya sangat pesat dan mengkawatirkan
karena akan dapat menimbulkan dampak (negatif) yang tidak terduga dan sangat
mungkin akan menggerus nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kota-kota maupun
bwrbagai wilayah di Indonesia, yang pada akhirnya akan menghilangkan karakter
khas yang dimiliki sebagai wujud keistimewaan kota-kota maupun wilayah-wilayah
kita.



Meledaknya perkembangan
dan pembangunan kota dan wilayah atau dapat disebut juga “Urban Explosion”
dengan bertumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru berdampak munculnya slum baru, kemacetan, serta menumbuhkan
berbagai persoalan baru baik berupa tekanan sosial, ekonomi, maupun politik bagi
penduduk sehingga dapat mengakibatkan ketidak nyamanan dan bahkan sampai pada
kondisi frustasi bagi penduduk kota/wilayahnya.



Kurangnya pengetahuan dan
pemahaman tentang sebab maupun akibat terjadinya Urban Explosion dari  para
pemangku kepentingan/stake holder untuk mengawal kebijakan politik kota/wilayah,
juga ditambah dengan kurang berperannya para aktifis/praktisi profesional serta
akademisi dalam mengawal pembangunan kota/wilayah, akan (dapat) memperburuk
keadaan pembangunan perkotaan/wilayah, yang pada akhirnya akan dapat semakin
tidak terkendali secara terarah sebagaimana kebijakan perencanaan tata ruang
dan/atau bangunannya.



Pembangunan kota/wilayah,
tidak hanya soal mengisi lahan ruang perkotaan/wilayah (pemanfaatan ruang)
dengan bangunan baru untuk berbagai fungsi, namun juga berarti memberikan
bentuk yang elok serasi serta menorehkan makna kedalam jalinan ruang kota/wilayah
sehingga dapat terwujud menjadi keterkaitan harmonis, bagian demi bagian saling
menyambung dan mengisi kebutuhan penduduknya. Tidak justru menekan kehidupan
pemukim-penghuninya. Realitas ini ditunjukkan oleh adanya kasus-kasus penolakan
warga masyarakat terhadap pembangunan gedung-gedung baru di Daerah Istimewa
Yogyakarta.



Sehubungan dengan hal-hal
tersebut dimuka maka sangat perlu untuk membekali serta menyamakan pemahaman
tentang hal-hal tersebut bagi para pemangku kepentingan, baik para pengelola
kota/wilayah, para perencana/perancang dan pemerhati pembangunan maupun
masyarakat perkotaan/wilayah dengan berbagai pengetahuan, norma/standar dan
etika terkait berbagai masalah pembangunan di perkotaan/wilayah.



Pada gilirannya dapat
diharapkan mereka akan memiliki kemampuan untuk mengawal berbagai arahan
kebijakan pembangunan dengan baik dan benar serta peka terhadap masalah-masalah
seperti keselamatan  (safety),
keamanan (security), kesehatan lingkungan (healthy) dan kenyamanan (comfortability)
yang sangat diperlukan oleh penduduk dan masyarakat pada umumnya.



Dalam memperingati usia
yang ke-16 tahun Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Istimewa
Yogyakarta sebagai institusi yang berfungsi sebagai sebuah Forum Jasa
Konstruksi, mengemban tugas sebagai forum dan sarana komunikasi dan konsultasi
antara masyarakat jasa konstruksi dan Pemerintah mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan masalah-masalah pembangunan kota/wilayah yang terkait dengan
pembangunan sektor jasa Konstruksi (infrastruktur
kota/wilayah maupun bangunan gedung/bukan gedung)
yang
bersifat independen, terpanggil untuk ikut serta memfasilitasi
terselenggaranya seminar dan lokakarya yang bermanfaat bagi para pemangku
kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Kabupaten/Kota se-Daerah
Istimewa Yogyakarta.



Seminar dan lokakarya ini
juga sekaligus untuk mendorong terwujudnya tertib membangun dalam kegiatan
pembangunan kota/wilayah, dengan harapan akan dapat mewujudkan perkuatan
terhadap Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan diwujudkannya Tim
Penasehat Arsitektur Kota (TPAK)
dan/atau Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG)
di tiap-tiap Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dan
sekitarnya yang didukung oleh kepemilikan Izin Praktik (Lisensi) bagi para profesional/ahli pelaku teknis
bangunan (IPPTB: Izin Praktik Pelaku
Teknik Bangunan)
yang memiliki tanggung jawab publik terkait profesinya.



Penyelenggaraan Seminar dan Lokakarya ini diinisiasi dan
didukung oleh LPJK Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Asosiasi Profesi,
Perguruan Tinggi, serta berbagai pihak yang peduli pembangunan Daerah Istimewa
Yogyakarta, termasuk para nara sumber maupun kontributor.


TUJUAN


Kegiatan Seminar
bertujuan agar para peserta secara bersama-sama dapat menerima dan menyampaikan
pemikiran tentang berbagai hal yang terkait dengan upaya pendekatan dalam
menyelesaikan masalah-masalah pembangunan infrastruktur kota/wilayah untuk
menjamin terwujudnya tertib membangun, dalam rangka peningkatan kemaslahatan
bagi masyarakat kota/wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecuali itu
sekaligus juga dapat memberi pembekalan kepada para pemangku kepentingan dan
pemerhati masalah perkotaan/wilayah, dengan pengetahuan dasar tentang Tata
Bangunan dan Tata Lingkungan sesuai Undang Undang yang berlaku beserta
turunannya, berbagai pengetahuan tentang peraturan tata ruang kota/wilayah,
pengetahuan sosial budaya masyarakat di perkotaan, karakter karakter tata ruang
yang spesifik yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka menjaga
keistimewaan Yogyakarta.



Kegiatan Lokakarya (Workshop)
bertujuan untuk mengkristalisasikan berbagai pemahaman tentang
pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh dalam mengikuti kegiatan seminar,
dalam bentuk dan wujud Rekomendasi serta Saran dan Usulan Kebijakan yang dapat
dikontribusikan kepada Pemangku Kebijakan yaitu Pemerintah Daerah Istimewa
Yogyakarta serta Kota/Kabupaten se-Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan harapan
besar dapat ditindaklanjuti.



 



RENCANA PELAKSANAAN



Waktu:



Seminar dan Lokakarya (Workshop): dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu:



Senin – Selasa, 14 – 15 Maret 2016;



Pk. 08.30 – 15.00 WIB.



 



Tempat:



Lecture Hall Rev. Dr. Rudy Budiman, Gedung Iama Lt. 3, Kampus Universitas
Kristen Duta Wacana – Yogyakarta.



(Cadangan: Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Jl. Malioboro No. 60 Yogyakarta).



 



RENCANA SUSUNAN RANGKAIAN
ACARA



Hari ke-1: SEMINAR



1.  Pembangunan Wilayah dan Kota berdasar Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah
Istimewa Yogyakarta beserta Berbagai Kaidah yang Dirumuskan dan Disepakati, oleh Kepala BAPPEDA Daerah Istimewa Yogyakarta;



2. Sarana IMBB untuk Mewujudkan Pembangunan Wilayah Kota/Wilayah Yang
Humanis, Sejahtera dan Lingkungan Yang Lestari, oleh Bupati Kabupaten Kulon
Progo
;



3. Kontekstualitas Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
beserta Peraturan-Peraturan Turunannya dalam mengawal keterwujudan Tata Ruang
Wilayah Jogja Istimewa, oleh Kepala Dinas PUP & ESDM Daerah Istimewa
Yogyakarta
;



4. IPPTB/SIBP, TABG/TPAK, IMBB, dan IPBB sebagai Instrumen Pokok Penting
dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pembangunan Infrastruktur serta
Fasilitas Umum Perkotaan dan/atau Wilayah, oleh Prof. Ir. Totok Rusmanto, M.Arch.,
IAI.
;



5. Kontribusi Pemangku Kepentingan Sektor Konstruksi sesuai Peraturan
Perundangan yang Berlaku untuk Mewujudkan Tertib Membangun dalam Pembangunan di
Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh Ketua LPJK Daerah Istimewa Yogyakarta.



6.  Kesimpulan dan Saran Tindak Lanjut. (di
pandu oleh pakar)
.



Hari ke-2: LOKAKARYA (WORKSHOP)



1.  Pembagian Kelompok & Pelaksanaan Diskusi



a. Kelompok Diskusi & Perumus Kebijakan Pengaturan.



b. Kelompok Diskusi & Perumus Kebutuhan Kelembagaan.



c. Kelompok Diskusi & Perumus Proses-Prosedur dan Pentahapan.



Diskusi dilaksanakan secara
paralel di ruang yang telah disediakan
.



2.  Perumusan Rekomendasi dan Usulan Kebijakan



Diikuti dan dipandu oleh Perwakilan dari Pemerintah Daerah Istimewa
Yogyakarta/Kabupaten/Kota, Asosiasi Profesi, Asosiasi Perusahaan, dan Perguruan
Tinggi
.



 



REFERENSI UNTUK PARA
PEMBICARA



  • UU Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;

  • UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung beserta turunannya (Permen
    PU No 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung, dll.);

  • UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Perda. Provinsi Daerah
    Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
    Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009-2029;

  • UU lain yang mendukung.



 



PESERTA




  • Perwakilan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten/Kota se Daerah
    Istimewa Yogyakarta.



  • Utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Daerah Istimewa Yogyakarta.

  • Utusan Asosiasi Profesi.

  • Utusan Perguruan Tinggi.

  • Perwakilan Lembaga Sosial Kemasyarakatan, Himpunan Mahasiswa dan Komunitas
    Pemerhati Masalah Pembangunan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.




 



FASILITAS




  • · Seminar-Kit;


  • · Sertifikat Kepesertaan Seminar;


  • · Sertifikat Kepesertaan Lokakarya/Workshop;


  • · Snack dan Makan Siang sederhana.


  • · KUM IAI: Seminar = 4; Workshop : 4



Tanggal : 14 Maret 2016 s/d 15 Maret 2016
Tempat : Rg. Pdt. Rudy Budiman, Gd. Iama UKDW
Pukul : 08.00 - 13.00 WIB

 

Google Search

Download


Agenda

'Pemilihan Formatur/Ketua Pengurus Daerah IAI DIY - Sarasehan - Presentasi ...'

'   LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI DAERAH ISTIMEWA ...'

'Uji Kompetensi untuk pengajuan Sertifikasi Arsitek IAI. Rencananya akan menguji ...'

Berita Terpopuler

  Sejarah panjang Universitas Islam Indonesia yang

Facebook Fanpage

Banner

Artikel Terpopuler