Selamat Datang di Website IAI-DIY

Semua Agenda

 

  • Rg. Pdt. Rudy Budiman, Gd. Iama UKDW
  • 14 Maret 2016 - 15 Maret 2016

Semiloka : "Mewujudkan Tata Ruang Kota dan Wilayah Jogja Istimewa

 

LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

bekerja sama dengan:

IKATAN ARSITEK INDONESIA

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

 

FAKULTAS ARSITEKTUR & DESAIN

UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

 

 

Seminar dan Lokakarya

 

MEWUJUDKAN TATA RUANG KOTA DAN WILAYAH

JOGJA ISTIMEWA

 
 

LATAR BELAKANG

Perkembangan kota dan wilayah di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta khususnya sangat pesat dan mengkawatirkan karena akan dapat menimbulkan dampak (negatif) yang tidak terduga dan sangat mungkin akan menggerus nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kota-kota maupun bwrbagai wilayah di Indonesia, yang pada akhirnya akan menghilangkan karakter khas yang dimiliki sebagai wujud keistimewaan kota-kota maupun wilayah-wilayah kita.

Meledaknya perkembangan dan pembangunan kota dan wilayah atau dapat disebut juga “Urban Explosion” dengan bertumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru berdampak munculnya slum baru, kemacetan, serta menumbuhkan berbagai persoalan baru baik berupa tekanan sosial, ekonomi, maupun politik bagi penduduk sehingga dapat mengakibatkan ketidak nyamanan dan bahkan sampai pada kondisi frustasi bagi penduduk kota/wilayahnya.

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang sebab maupun akibat terjadinya Urban Explosion dari  para pemangku kepentingan/stake holder untuk mengawal kebijakan politik kota/wilayah, juga ditambah dengan kurang berperannya para aktifis/praktisi profesional serta akademisi dalam mengawal pembangunan kota/wilayah, akan (dapat) memperburuk keadaan pembangunan perkotaan/wilayah, yang pada akhirnya akan dapat semakin tidak terkendali secara terarah sebagaimana kebijakan perencanaan tata ruang dan/atau bangunannya.

Pembangunan kota/wilayah, tidak hanya soal mengisi lahan ruang perkotaan/wilayah (pemanfaatan ruang) dengan bangunan baru untuk berbagai fungsi, namun juga berarti memberikan bentuk yang elok serasi serta menorehkan makna kedalam jalinan ruang kota/wilayah sehingga dapat terwujud menjadi keterkaitan harmonis, bagian demi bagian saling menyambung dan mengisi kebutuhan penduduknya. Tidak justru menekan kehidupan pemukim-penghuninya. Realitas ini ditunjukkan oleh adanya kasus-kasus penolakan warga masyarakat terhadap pembangunan gedung-gedung baru di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut dimuka maka sangat perlu untuk membekali serta menyamakan pemahaman tentang hal-hal tersebut bagi para pemangku kepentingan, baik para pengelola kota/wilayah, para perencana/perancang dan pemerhati pembangunan maupun masyarakat perkotaan/wilayah dengan berbagai pengetahuan, norma/standar dan etika terkait berbagai masalah pembangunan di perkotaan/wilayah.

Pada gilirannya dapat diharapkan mereka akan memiliki kemampuan untuk mengawal berbagai arahan kebijakan pembangunan dengan baik dan benar serta peka terhadap masalah-masalah seperti keselamatan  (safety), keamanan (security), kesehatan lingkungan (healthy) dan kenyamanan (comfortability) yang sangat diperlukan oleh penduduk dan masyarakat pada umumnya.

Dalam memperingati usia yang ke-16 tahun Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai institusi yang berfungsi sebagai sebuah Forum Jasa Konstruksi, mengemban tugas sebagai forum dan sarana komunikasi dan konsultasi antara masyarakat jasa konstruksi dan Pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah pembangunan kota/wilayah yang terkait dengan pembangunan sektor jasa Konstruksi (infrastruktur kota/wilayah maupun bangunan gedung/bukan gedung) yang bersifat independen, terpanggil untuk ikut serta memfasilitasi terselenggaranya seminar dan lokakarya yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seminar dan lokakarya ini juga sekaligus untuk mendorong terwujudnya tertib membangun dalam kegiatan pembangunan kota/wilayah, dengan harapan akan dapat mewujudkan perkuatan terhadap Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan diwujudkannya Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK) dan/atau Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) di tiap-tiap Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya yang didukung oleh kepemilikan Izin Praktik (Lisensi) bagi para profesional/ahli pelaku teknis bangunan (IPPTB: Izin Praktik Pelaku Teknik Bangunan) yang memiliki tanggung jawab publik terkait profesinya.

Penyelenggaraan Seminar dan Lokakarya ini diinisiasi dan didukung oleh LPJK Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Asosiasi Profesi, Perguruan Tinggi, serta berbagai pihak yang peduli pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk para nara sumber maupun kontributor.

TUJUAN

Kegiatan Seminar bertujuan agar para peserta secara bersama-sama dapat menerima dan menyampaikan pemikiran tentang berbagai hal yang terkait dengan upaya pendekatan dalam menyelesaikan masalah-masalah pembangunan infrastruktur kota/wilayah untuk menjamin terwujudnya tertib membangun, dalam rangka peningkatan kemaslahatan bagi masyarakat kota/wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecuali itu sekaligus juga dapat memberi pembekalan kepada para pemangku kepentingan dan pemerhati masalah perkotaan/wilayah, dengan pengetahuan dasar tentang Tata Bangunan dan Tata Lingkungan sesuai Undang Undang yang berlaku beserta turunannya, berbagai pengetahuan tentang peraturan tata ruang kota/wilayah, pengetahuan sosial budaya masyarakat di perkotaan, karakter karakter tata ruang yang spesifik yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka menjaga keistimewaan Yogyakarta.

Kegiatan Lokakarya (Workshop) bertujuan untuk mengkristalisasikan berbagai pemahaman tentang pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh dalam mengikuti kegiatan seminar, dalam bentuk dan wujud Rekomendasi serta Saran dan Usulan Kebijakan yang dapat dikontribusikan kepada Pemangku Kebijakan yaitu Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kota/Kabupaten se-Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan harapan besar dapat ditindaklanjuti.

 

RENCANA PELAKSANAAN

Waktu:

Seminar dan Lokakarya (Workshop): dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu:

Senin – Selasa, 14 – 15 Maret 2016;

Pk. 08.30 – 15.00 WIB.

 

Tempat:

Lecture Hall Rev. Dr. Rudy Budiman, Gedung Iama Lt. 3, Kampus Universitas Kristen Duta Wacana – Yogyakarta.

(Cadangan: Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Jl. Malioboro No. 60 Yogyakarta).

 

RENCANA SUSUNAN RANGKAIAN ACARA

Hari ke-1: SEMINAR

1.  Pembangunan Wilayah dan Kota berdasar Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta beserta Berbagai Kaidah yang Dirumuskan dan Disepakati, oleh Kepala BAPPEDA Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Sarana IMBB untuk Mewujudkan Pembangunan Wilayah Kota/Wilayah Yang Humanis, Sejahtera dan Lingkungan Yang Lestari, oleh Bupati Kabupaten Kulon Progo;

3. Kontekstualitas Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung beserta Peraturan-Peraturan Turunannya dalam mengawal keterwujudan Tata Ruang Wilayah Jogja Istimewa, oleh Kepala Dinas PUP & ESDM Daerah Istimewa Yogyakarta;

4. IPPTB/SIBP, TABG/TPAK, IMBB, dan IPBB sebagai Instrumen Pokok Penting dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pembangunan Infrastruktur serta Fasilitas Umum Perkotaan dan/atau Wilayah, oleh Prof. Ir. Totok Rusmanto, M.Arch., IAI.;

5. Kontribusi Pemangku Kepentingan Sektor Konstruksi sesuai Peraturan Perundangan yang Berlaku untuk Mewujudkan Tertib Membangun dalam Pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh Ketua LPJK Daerah Istimewa Yogyakarta.

6.  Kesimpulan dan Saran Tindak Lanjut. (di pandu oleh pakar).

Hari ke-2: LOKAKARYA (WORKSHOP)

1.  Pembagian Kelompok & Pelaksanaan Diskusi

a. Kelompok Diskusi & Perumus Kebijakan Pengaturan.

b. Kelompok Diskusi & Perumus Kebutuhan Kelembagaan.

c. Kelompok Diskusi & Perumus Proses-Prosedur dan Pentahapan.

Diskusi dilaksanakan secara paralel di ruang yang telah disediakan.

2.  Perumusan Rekomendasi dan Usulan Kebijakan

Diikuti dan dipandu oleh Perwakilan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta/Kabupaten/Kota, Asosiasi Profesi, Asosiasi Perusahaan, dan Perguruan Tinggi.

 

REFERENSI UNTUK PARA PEMBICARA

  • UU Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
  • UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung beserta turunannya (Permen PU No 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung, dll.);
  • UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Perda. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009-2029;
  • UU lain yang mendukung.

 

PESERTA

  • Perwakilan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten/Kota se Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Utusan Pemerintah Kabupaten/Kota se Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Utusan Asosiasi Profesi.
  • Utusan Perguruan Tinggi.
  • Perwakilan Lembaga Sosial Kemasyarakatan, Himpunan Mahasiswa dan Komunitas Pemerhati Masalah Pembangunan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

FASILITAS

  • · Seminar-Kit;
  • · Sertifikat Kepesertaan Seminar;
  • · Sertifikat Kepesertaan Lokakarya/Workshop;
  • · Snack dan Makan Siang sederhana.
  • · KUM IAI: Seminar = 4; Workshop : 4

 

  • FTSP Universitas Islam Indonesia
  • 24 Februari 2016 - 24 Februari 2016

Uji Kompetensi

Uji Kompetensi untuk pengajuan Sertifikasi Arsitek IAI. Rencananya akan menguji 12 orang calon arsitek dari PPAr UII.

 

  • Jutap FT UGM
  • 02 April 2016 - 02 April 2016

Penyampaian VISI MISI Calon Ketua Pengurus Daerah

Penyampaikan Visi dan Misi para calon formatur/ketua pengurus daerah

Pesan-pesan sponsor

 

  • Ballroom Hotel Crystal Lotus
  • 23 April 2016 - 23 April 2016

Musyawarah Daerah VIII

Pemilihan Formatur/Ketua Pengurus Daerah IAI DIY

- Sarasehan

- Presentasi Produk Sponsor

- Pertanggungjawaban Pengurus 2013-2016, GBHO, RAPBO

- Pemilihan Ketua/Formatur Pengurus Daerah Periode 2016-2019

- Pelantihan Ketua/Formatur Pengurus Daerah Periode 2016-2019

Google Search

Facebook Fanpage